Friday, January 28, 2011

Penerapan Pemantulan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Keamanan Istana

Ketika belum ditemukannya CCTV di dunia ini, sistem keamanan istana kerajaan atau istalasi penting lainnya adalah menggunakan Pemantulan pada Cermin.
Cermin-cermin dipasang pada sepanjang dinding istana dan saling berhubungan.
Jadi Setiap ada gerak-gerik yang mencurigakan dari sebuah ruang yang jauh dapat terdeteksi di semua ruang.
Contohnya istana Siak Riau.

2. Kompor tenaga surya
Prinsipnya adalah mengumpulkan panas dari cahaya matahari pada satu titik.
Digunakanlah cermin cekung agar cahaya dapat dipantulakan terpusat.
Ketika cahaya terpusat, otomatis energi panas juga menjadi terpusat.

3. Pemantul cahaya sepeda (Mata Kucing)
Biasanya sepeda atau kendaraan selalu disertai alat pemantul cahaya, yaitu alat yang terdiri dari banyak pengumpul cahaya. Dalam bahasa inggris ini disebut Warning Reflector.
Jika ada sedikit saja cahaya diterima pada malam hari, Pemantul akan sangat terlihat sehingga dapat membantu pengendara lain dibelakang atau didepan kendaraan.
Contohnya pada Sepeda, Sepeda Motor, Segitiga Truk, dan lain-lain.

4. Spion kendaraan dan Spion jalan
Spion digunakan untuk mengetahui kendaraan di belakang kita, saat mundur dan atret, dan memindahkan jalur kendaraan, semuanya untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan yang terjadi.
Sedangkan Spion Jalan fungsinya adalah melihat kendaraan lain pada jalur lain di sebuah pertemuan jalan.
Spion merupakan cermin cembung, sehingga pemantulan yang terlihat dapat lebih luas.


5. Pencahayaan pada fotografi
Dalam fotografi ditemukan beberapa kesulitan: memotret tanpa banyangan dan memotret benda yang dapat memantulkan cahaya. Semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip pemantulan.
Dalam fotografi hal ini disebut Studio Lighting.
Biasanya sebelum membuat Studio Ligting, dibuat terlebih dahulu Lighting diagramnya. Tentunya melibatkan fisika dalam pembuatan Lighting diagram ini.
Beberapa alat yang digunakan contohnya, Payung Reflektor, Cermin, Disfuser, dan banyak lagi.

6. Hologram 2D
Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang.
Pengamat akan melihat banyak gambar hasil rekonstruksi ulang dari pemantulan cahaya pada hologram. Ini membuat pengamat melihat gambar lain atau gerak pada hologram tersebut.

3 comments: