Wednesday, April 14, 2010

Klasifikasi Makhluk Hidup

Monera
`Makhluk hidup bersel satu dan tidak memiliki membran sel
`Terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru.

Protista
`Mikroorganisme yang memiliki ciri-ciri seperti hewan, seperti tumbuhan dan seperti jamur.
`Protista yang menyerupai hewan dikelompokkan dalam Protozoa. Protista yang menyerupai tumbuhan dikelompokkan dalam Euglenophyta. Protista yang menyerupai jamur dikelompokkan dalam Myxomycota dan Oomycota.

Jamur (Fungi)
` Menyerupai tumbuhan, namun tidak memiliki klorofil.
`Hidup sebagai saprofit atau parasit.
`Dikelompokkan menjadi beberapa divisi; Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota.

Tumbuhan (Plantae)
`Berdasarkan ada tidaknya berkas pembuluh pengangkut, tumbuhan dibagi menjadi dua divisi, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh.
`Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang belum memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan tidak berpembuluh meliputi ganggang dan lumut. Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan berpembuluh meliputi paku dan tumbuhan berbiji.
`Ganggang dikelompokkan menjadi ganggang hijau, ganggang cokelat, ganggang merah dan ganggangpirang.
`Lumut dianggap sebagai “tumbuhan peralihan” dari tumbuhan talus ke tumbuhan kormus. Lumut mengalami pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Lumut dikelompokkan menjadi dua kelas, yaitu lmut daun dan lumut hati.
`Tumbuhan yang disebut lumut kerak sebenarnya adalah ganggang dan jamur yang hidup bersama dan saling menguntungkan. Lumut kerak disebut “tumbuhan perintis” karena dapat tumbuh di tempat yang kering dan menjadi perintis bagi tumbuhan yang lain.
`Seperti lumut, tumbuhan paku juga mengalami metagenesis. Tumbuhan paku dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu paku purba, paku kawat, paku ekor kuda dan paku sejati.
`Tumbuhan berbiji adalah semua tumbuhan yang berkembang biak dengan biji. Tumbuhan berbiji disebut juga tumbuhan berbunga. Tumbuhan berbiji dikelompokkan menjadi dua kelas, yaitu tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup.
`Ciri utama tumbuhan berbiji terbuka adalah bakal bijinya tidak terbungkus oleh daun buah. Tumbuhan berbiji terbuka yang biasa kita jumpai yaitu melinjo, pakis haji dan konifer.
`Ciri utama tumbuhan berbiji tertutup adalah bijinya tertutup atau terbungkus oleh oleh daun buah atau daging buah. Berdasarkan jumlah keping bijinya (kotiledon), tumbuhan berbiji tertutup dikelompokkan menjadi tumbuhan berkeping dua (dikotil) dan tumbuhan berkeping satu (monokotil).
`Tumbuhan dikotil memiliki ciri-ciri biji berkeping dua, berakar tunggang, batang berkambium, daun dengan tulang daun menjari atau menyirip dan bunga yang bagian-bagiannya berjumlah dua, empat, lima atau kelipatannya.
`Tumbuhan dikotil meliputi beberapa suku antara lainsuku jarak-jarakan, suku terung-terungan, suku jambu-jambuan, suku komposite, suku kacang-kacangan, suku petai-petaian, suku johar-joharan dan suku kapas-kapasan.
`Tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri biji berkeping satu, berakar serabut, batangnya lurus tidak bercabang-cabang, batang tidak mengandung kambium, daun berbentuk pita dengan tulang daun sejajar dan memiliki pelepah daun, serta bunga yang bagian-bagiannya berjumlah tiga atau kelipatannya.
`Tumbuhan monokotil meliputi beberapa suku, antara lainsuku pinang-pinangan, suku rumput-rumputan, suku pisang-pisangan, suku jahe-ahean dan suku anggrek-anggrekan.
Metagenesis Lumut Metagenesis Tumbuhan Paku

Hewan (Animalia)
`Hewan dikelompokkan menjadi dua berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang, yaitu vertebrata dan avertebrata.
`Vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang dan vertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang.
`Avertebrata dikelompokkan menjadi delapan filum, yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), cacing pipih (Platyhelminthes), cacing gilig (Nemanthelminthes), cacing gelang (Annelida), hewan bertubuh lunak (Mollusca), hewan bertubuh beruas-ruas (Arthropoda) dan hewan berkulit duri (Echinodermata). Setiap filum memiliki ciri khas tertentu, yaitu sebagai berikut:
a. Hewan berpori: memiliki pori pada tubuhnya.
b. Hewan berongga: memiliki rongga pada tubuhnya.
c. Cacing pipih: memiliki bentuk tubuh pipih.
d. Cacing gilig: memiliki tubuh gilig (silindris).
e. Cacing gelang: memiliki tubuh bulat memanjang dan beruas-ruas.
f. Hewan bertubuh lunak: memiliki tubuh lunak dan sebagian besar memiliki cangkang.
g. Hewan bertubuh beruas-ruas: memiliki tubuh yang beruas-ruas.
h. Hewan berkulit duri: memiliki tubuh berkulit duri.
 Vertebrata dikelompokan menjadi lima kelas, yaitu ikan (Pisces), amfibi (Amphibia), hewan melata atau reptil (Reptilia), burung atau unggas (Aves) dan hewan menyusui atau mamalia (Mamalia). Setiap kelas memiliki ciri khas tertentu:
a. Ikan: tubuhnya bersisik, umumnya bernapas dengan ingsang, hidup di air dan bergerak menggunakan sirip.
b. Amfibi: tubuhnya terbungkus kulit yang lunak dan berlendir, tidak bersisik, dapat hidup di darat dan di air, serta memiliki alat gerak berupa dua pasang tungkai.
c. Reptil: tubuhnya bersisik, bernapas dengan paru-paru dan alat geraknya berupa kaki.
d. Burung: tubuhnya ditutupi bulu.
e. Hewan mamalia atau mamalia: memiliki kelenjar susu dan tubuhnya dutupi rambut.
`Keanekaragaman makhluk hidup harus dilestarikan. Pelestarian dapat dilakukan secara in situ dan ex situ.
`Pelestarian in situ adalah hewan dan tumbuhan yang tetap berada pada habitat aslinya. Contohnya pelestarian komodo di Pulau Komodo.
`Pelestarian ex situ adalah memindahkan individu yang akan dilestarikan dari habitat aslinya untuk dipelihara di tempat lain. Contohnya Kebun botani yang ada di Kebun Raya Bogor, Kebun binatang Ragunan dll.
`Pelestarian keanekaragaman makhluk hidup yang berupa hutan, hewan liar, maupun hewan dan tumbuhan langka dapat dilakukan dengan membuat cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata dan taman laut.

No comments:

Post a Comment