Sunday, February 21, 2010

Pidato Kedisiplinan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Yang terhomat Ibu Soekarti dan rekan-rekan sekalian yang saya sayangi

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja syukur atas kehadirat Allah SWT, karena kita dapat berkumpul di sini dengan keadaan sehat. Saya juga ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya pagi ini.

Adapun topik yang saya sampaikan adalah mengenai merosotnya tingkat kedisiplinan masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, kedisiplinan itu memegang peranan penting dalam setiap sisi kehidupan. Mulai dari lingkup terkecil, yaitu dalam kehidupan rumah tangga sampai ke lingkup terbesar, yaitu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas bagaimana tingkat kedisiplinan masyarakat kita pada umumnya. Sebagai contoh dapat kita perhatikan rendahnya tingkat kedisiplinan dalam berlalu lintas di jalan. Dimana dengan mudahnya kita sering melihat orang mengendarai kendaraan secara serampangan atau ugal-ugalan tanpa memperhatikan rambu lalu lintas dan keselamatan orang lain, atau orang yang menyeberang jalan tidak pada tempat yang telah di sediakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

Contoh lain yang bisa kita perhatikan bagaimana dengan mudahnya pula kita bisa melihat orang seenaknya merokok di tempat umum walaupun telah ada peraturan daerah yang melarang orang untuk merokok di tempat umum. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kedisiplinan tersebut, menurut hemat saya disebabkan lemahnya fungsi pengawasan dan tidak adanya sanksi yang memberikan efek jera.

Ibu Guru dan rekan-rekan sekalian

Kalau kita perhatikan, sudah cukup banyak peraturan yang dibuat untuk menertibkan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan itu sangat diperlukan, tapi, tampaknya menegakkan kedisiplinan itu sendiri bukan merupakan upaya yang mudah. Namun demikian, upaya penegakkan kedisiplinan menurut hemat saya tetap harus dilakukan dan hal itu dapat di mulai dari diri kita sendiri.

Demikian pidato saya. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Wabilataufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment